Jumat, 07 Agustus 2015

Buka Puasa Bersama & Kegiatan Sosial Kelima Termuat di Surat Kabar Garut Express edisi 01 Agustus 2015





Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut (perpustakaan, pusat kegiatan belajar dan wadah kreatifitas anak dhuafa) merupakan cabang ke 66 Rumah Baca AsmaNadia di Infonesia. Pendirinya adalah Asma Nadia, seorang penulis produktif yang beberapa bukunya telah diadaptasi menjadi sinetron dan film. Selain kegiatan membaca, belajar dan wadah kreatifitas anak-anak, Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut di bulan Ramadhan ini mengadakan 2 kegiatan  yang melibatkan banyak insan, yaitu buka puasa bersama anak dhuafa, janda dan warga dhuafa serta kegiatan sosial kelima berbagi pada anak dhuafa, janda dan warga dhuafa.

Minggu, 05 Juli 2015 di Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut diadakan buka puasa bersama anak dhuafa, janda dan warga dhuafa yang dananya didapat dari beberapa donatur. Sebelum acara berbuka, diawali dengan pembaca ayat suci Al-Quran, sambutan, tausiyah dan doa bersama untuk donatur lalu buka puasa bersama. Tausiyah oleh H.Lalan Zaelani, S.H. yang merupakan Ustadz dan salah seorang Guru SMP PGRI Sindangsuka Cibatu Garut, membawakan tausiyah dengan tema “Lailatul Qadar”, dikatakan H. Lalan, setiap insan yang bahagia menyambut bulan suci Ramadhan, pasti mendambakan malam Lailatul Qadar. Menurut H.Lalan, malam Lailatul Qadar memang istimewa, dalam Al-Qur’an disebut malam itu lebih baik dari seribu bulan. Doa yang dipanjatkan pada malam itu akan dikabulkan. Sehingga tak heran banyak Muslim yang berlomba mencari Lailatul Qadar. Lailatul Qadar, inilah malam yang paling diburu oleh umat muslim. Banyak yang berharap bisa berjumpa dengan malam yang datang pada saat-saat tertentu saja di bulan Ramadan. Menurut H. Lalan, Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut juga merupakan jembatan bagi anak-anak untuk gemar membaca buku dan membaca Al-Quran, karena selain membaca buku di Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut juga ada kegiatan keagamaan, yaitu tadarus.

Minggu, 12 Juli 2015 diadakan kegiatan sosial berbagi pada yang membutuhkan. Sudah kelima kalinya Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut mengadakan kegiatan sosial yang dananya didapat dari beberapa donatur. Acara ini sebagai ungkapan rasa syukur para donatur atas segala rizki yang diberikan Allah, sehingga para donatur ingin rizki mereka berkah dan bermanfaat insan yang membutuhkan. Diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan, kreasi anak dan tausiyah oleh Ustadz yang juga merupakan Kepala Desa Sindangsuka Cibatu Garut Bpk. Ucu Sopian, S.Pdi. dengan tema tausiyah “Berkah”. Dikatakan Ucu Sopian, makna berkah sebagai segala sesuatu yang banyak dan melimpah, mencakup berkah-berkah material dan spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, harta, anak dan usia. Menurut Ucu, dalam keseharian kita sering mendengar kata “mencari berkah”, bermaksud mencari kebaikan atau tambahan kebaikan, baik kebaikan berupa bertambahnya harta, rezeki, maupun berupa kesehatan, ilmu, dan amal kebaikan. Setelah tausiyah dilanjutkan dengan pembagian donasi peralatan sekolah dan peralatan ibadah bagi anak dhuafa dan pembagian sembako bagi janda dan warga dhuafa. Acara puncak diadakan “Sawer Ramadhan” dengan maksud    berbagi kebahagiaan pada anak dhuafa, janda dan warga dhuafa di bulan penuh keberkahan. Sawer Ramadhan, dengan uang receh dan permen, disebar secara merata keberbagai sudut dimana anak-anak, janda dan warga dhuafa berkumpul. Alhamdulillah atas izin Allah acara berjalan lancar dan penuh kebahagiaan.

Kegiatan di Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut dilaksanakan secara gratis, baik membaca, kegiatan belaJar dll. Untuk berbagai kegiatan berbagi seperti buka puasa bersama dan kegiatan sosial berbagi pada yang membutuhkan, terlaksana karena adanya donasi dari beberapa donatur baik di lingkungan Jawa Barat maupun luar kota Jawa Barat. Tanpa uluran tangan donatur, semua kegiatan berbagi pada yang membutuhkan tak mungkin terlaksana. Percayalah berbagi tak akan pernah merugi, karena dengan berbagi adalah berkal terindah yang abadi.


Artikel ditulis oleh :

Efiy Sukaesih, S.H.
Ketua & Relawan Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut




Kamis, 06 Agustus 2015

Perjuangan Begitu Hebat




                               Foto Tahun 2023


Cerita ini di tulis pada hari Rabu, 05 Agustus 2015

♥ Perjuangan Begitu Hebat ♥


Hal yang paling membuat saya tak tenang hingga saat ini, ketika fira terkena demam tinggi, senin kemarin, 03 Agustus 2015 saat menjelang petang suhu badan fira tinggi hinggi 38,2 C. Saya selalu sedia obat penurun panas. Selasa pagi kemarin karena suhu badannya masih demam tinggi, saya membawanya ke dokter terdekat. Dulu, sejak usia 1,8 tahun dan 2,5 tahun 2 kali fira di rawat ke Rumah Sakit karena demam tinggi yang menyebabkannya Step…alhamdulillah, ia hanya demam tak step, sejak selasa hingga hari ini fira tak sekolah, karena kondisi tubuhnya belum stabil.

Rabu ini, 05 Agustus 2015…genap 8 tahun usia Fira Ananda Rakhman, putri semata wayang kami. Doa mamah “semoga cepat sembuh ya, Allah senantiasa memberikan kesehatan, menjadi anak yang sholehah, berbudi pekerti baik dan kelak menjadi insan yang berguna bagi lingkungan, masyarakat bahkan bangsa…aamiin”

Mengenang kelahiranmu…begitu penuh dengan perjuangan yang paling hebat, sejarah kehidupan saya yang tak bisa terlukiskan dengan kata. Operasi Caesar, tak semudah yang dibayangkan. Sabtu, 04 Agustus 2007…saya berada di Tasikmalaya sedang berkunjung ke rumah adik. Pagi itu, saya mengangkat seember air menuju toilet (saat itu mati lampu tak ada air di toilet, saya mengangkat air dari luar rumah). Setiba di depan pintu toilet, saya menjatuhkan ember tersebut karena berat. Apa yang terjadi, tiba-tiba seperti ada air yang membasahi bagian dalam kewanitaan saya, banyak sangat banyak, air bening…yang saya tak tahu apakah air itu???

Ibu saya ada bersama kami saat itu di Tasikmalaya, langsung membawa saya ke seorang Ibu Paraji (yang biasa membantu melahirkan), ia tak dapat banyak membantu. Saya menghubungi suami saya lewat hp yang berada di Garut untuk menjemput saya di Tasikmalaya. Siang hari suami tiba di Tasik dan langsung membawa saya ke Garut, air bening terus membasahi daerah kewanitaan saya tak henti-hentinya hingga pakaian basah bagaikan terguyur air.

Sore hari, kami sampai di Garut dan langsung mengunjungi bidan terdekat rumah kami. Bidan menyatakan “air ketuban yang keluar” saya diminta dibawa ke dokter spesialis kandungan di daerah Garut kota yang jaraknya sekitar 1 jam dari rumah saya. Setiba di dokter spesialis kandungan menjelang malam, saya lihat seorang pria berpakaian rapih menuju mobil sedan silver. Suami langsung ke klinik dan langsung keluar bicara langsung dengan pria berpakaian rapih tersebut. Ternyata pria itu adalah dokter spesialis kandungan yang akan pulang karena prakteknya telah selesai. Dokter langsung bergegas menuju ke klinik kembali, suami membawa saya ke dalam klinik dan saya langsung di usg dan diperiksa dengan baik.

Menurut dokter, saya harus segera dibawa ke Rumah Sakit, infonya ketuban saya telah pecah dan sudah banyak mengeluarkan air ketuban, air ketuban adalah nafas bayi di dalam kandungan saya. Bila air ketuban habis, tentu sangat berbahaya bagi keselamatan sang bayi. Menurut dokter, di rumah sakit saya harus infokan ke dokter jaga, saya harus diberi obat perangsang 2 botol untuk membantu pembukaan lahirnya bayi dan info dokter bila obat perangsang tak membuat bayi keluar dari rahim saya, saya harus dioperasi caesar segera untuk menyelamatkan sang bayi.

Kami langsung menuju Rumah Sakit malam hari sekitar pukul 20.00 wib, saya ditempatkan di ruangan yang terdapat juga seorang ibu yang terbaring pingsan dengan oksigen yang menempel dimulutnya. Takut, sangat takut….hanya kami berdua di ruangan itu. Suami dan beberapa orang menunggu di luar. Saya rebahkan tubuh saya di depan wanita hamil yang pingsan dan diberi oksigen tersebut, tiba-tiba jantung saya berdegup dengan kencang, tubuh saya lemas dan gemetar…wanita di depan saya tersebut bergerak dengan hebat melayangkan tubuhnya terus menerus tanpa henti. Tubuh saya gemetar dan perasaan takut berkecamuk, saya langsung berlari teriak keluar ruangan “tolong tolong, ibu itu….tolong” teriakan saya berhasil membuat beberapa petugas medis, perawat dan dokter jaga datang menuju ruangan untuk membantu ibu tersebut.

Oleh perawat saya ditempatkan di ruangan lain, ah…tenang rasanya, tapi perasaan takut itu masih ada. Menurut informasi dari petugas medis, ibu hamil yang pingsan dan diberi oksigen tersebut menderita darah tinggi dan mengalami pendarahan, akhirnya pingsan hingga kejang-kejang dan bila tak kejang lagi akan segera diberi tindakan operasi caesar.

Semalamam saya tak bisa tertidur, suami membuatkan saya teh manis hangat. Air ketuban dan darah masih membasahi aerah kewanitaan saya. Minggu subuh, 05 Agustus 2015 pukul 05.00 wib seorang dokter jaga menghampiri saya dan ia memasang sebotol obat perangsang dengan jarum yang dikenakan ke tangan saya. Ah, saya tak tahu apa itu obat perangsang dan bagaimana reaksinya. 15 menit setelah diberi obat perangsang, apa yang terjadi….???

Rasa sakit mulai menyerang saya, perut saya terasa mulas…saya menarik nafas lalu membuang nafas perlahan untuk menahan rasa sakit itu. Rasa mulas yang tak enak masih bisa saya tahan dalam waktu 4 jam hingga pukul 09.00 wib. Apa yang terjadi setelah itu…Allah, saya tak kuat rasa sakit yang begitu hebat, menyerang perut saya. Bagaikan puluhan pisau mengiris-iris perut saya…sakit yang begitu hebat. Beberapa bidan dan dokter memasukan beberapa alat dari besi dan tangannya ke arah kelamin saya, tubuh saya hanya tertutup kain dan saya tak pedulikan rasa malu karena semua bagian tubuh saya hampir terlihat dan dilakukan tindakan serta dilihat oleh beberapa bidan dan perawat. Tetap hingga siang masih pembukaan 2.

Rasa sakit yang bagaikan puluhan pisau menyayat perut saya terus terasa tak pernah henti, sakit yang begitu hebat…obat perangsang itu telah membuat saya pasrah pada Sang Kuasa, saya benar-benar tak sanggup. Hingga seorang dokter bernama Adit, yang menemani saya di dalam ruangan, saya pegang kedua tangannya dan saya tarik hingga saya cakari tangannya…kedua tangan dokter tersebut penuh cakaran saya hingga terluka dan berdarah. Tapi ia tak marah, ia memberikan semangat pada saya, untuk selalu berdoa dan terus berjuang menahan rasa sakit tersebut.

Satu botol obat perangsang telah habis di siang hari dan di ganti dengan obat perangsang yang baru. Obat perangsang ini sangat membuatku merana…aku tak sanggup ya Allah, sakit amat sakit. Dalam rasa sakit itu, saya pasrah pada Allah…bila memang waktu saya di dunia telah habis, saya rela karena saya tak kuat menahan sakit yang begitu hebat bagaikan puluhan pisau menyayat perut saya tanpa henti setiap waktu. Saya teringat orang tua saya, suami saya…saya hanya bisa menangis sambil berdoa beberapa surat pendek, ayat kursi dan permohonan pada Allah untuk memberikan yang terbaik bagi saya. Saat dokter yang disamping saya keluar, saya hanya memegang besi di samping tempat saya terbaring, menggerakan tubuh saya yang begitu sakit…Allah, sungguh sakit.

Suami dan orang-orang yang ikut ke rumah sakit tak bisa masuk keruangan saya, saya merasa hari itu adalah yang membuat saya pasrah dalam hidup, kekuatan tubuh saya melemah dan teriakan suara saya mulai melemah. Seorang bidan rumah sakit memarahi saya, karena saya memanggil suami saya dan ucapan bahwa saya merasa sakit dalam bahasa indonesia….bingung saya, bidan itu bilang “Kalau bicara pakai bahasa sunda saja, ini teriak pakai bahasa indonesia…memangnya ibu bukan orang sunda” ah bidan aneh, dengan nada ketus dan suara yang kencang ia bicara demikian…memangnya salah bila saya pakai bahasa indonesia??? Hihi, kalau ingat itu lucu juga dan kesal sama bidan yang tak punya empati itu.

Menjelang sore, saya menahan rasa sakit yang luar biasa dengan kepasrahan pada Allah…rasa sakit yang hebat disekitar perut saya telah membuat saya terdiam baik kata maupun gerakan tubuh karena tenaga dan kondidi saya telah melemah. Pukul 17.30 seorang dokter mencabut obat perangsang saya, karena tak ada perubahan dalam pembukaan kelahiraan saya..tetap pembukaan 2. Menurut dokter, saya akan di operasi caesar untuk menyelamatkan sang bayi karena air ketuban saya akan mengering. Dibawa perawat saya keluar ruangan,mata suami saya memerah dan meneteskan air mata, saya lihat juga ada kedua orang tua saya, kakak, adik dan saudara saya. Saya hanya melirik mereka dengan pasrah, rasa sedih dan kepasrahan saya rasakan saat itu. Di ruang operasi, seorang dokter menjepit ibu jari saya. Saya baca ayat kursi beberapa kali…mungkin belasan kali hingga saya tak ingat lagi apa yang terjadi…bagaikan tidur tanpa mimpi.

Saya mendengar sayup-sayup banyak suara, tapi saya tak bisa membuka mata…sulit terbuka entah kenapa, seakan saya berada di alam lain dan saya hanya bisa mendengar saja. Perlahan saya membuka mata saya, hanya bayangan hitam yang terlihat…tak jelas gelap gulita, sedikit demi sedikit akhirnya pandangan mata saya melihat ada ruangan dan ada orang yang hanya terlihat bayang-bayang. Saya merasa, apa saya tak dapat melihat lagi, hingga tak jelas melihat orang dan akhirnya lama-lama saya bisa jelas melihat suami dan ibu saya yang berada di samping saya….alhamdulillah.
                             Foto Tahun 2013

Kata pertama yang keluar dari mulut saya “dimana bayinya, apa lengkap dan sehat?” Suami menjelaskan alhamdulillah, bayi kami sehat dan lengkap dan saat ini ada di ruang bayi (Fira lahir dengan berat badan 2,6 kg dan tinggi 47 cm). Alhamdulillah, hati saya tenang sekali…terima kasih Allah, kau masih berikan nafas untuk saya dan memberikan kesempatan hidup untuk saya, setelah saya beejuang menahan rasa sakit yang begitu hebat yang jujur saya tak sanggup menjalaninya. Hanya Kehendak-Mu Allah, saya bisa merasakan kebahagiaan memiliki anak dan menjalani hidup hingga saat ini.


Setelah 3 hari saya di Rumah Sakit, saya diperbolehkan pulang, tapi bayi saya belum bisa pulang karena harus dirawat lebih intensif di inkubator karena badannya kuning dan diare. Saya pandangi bayi saya dari inkubator, sedih rasanya saya tak bisa pulang bersamanya ke rumah.

Sampai di rumah, perjuangan itu belum selesai, begitu sulit untuk melangkahkan kaki, hanya sdikit demi sedikit gerak yang bisa saya langkahkan untuk menuju toilet. Sakit itu belum selesai, sakitnya saat akan buang air kecil dan buang air besar. Sakit itu terasa sekali, bila saya terbatuk dan banyak gerak. Semua butuh perjuangan, hingga saya saya bisa berjalan normal selama 2 minggu, itupun tak bisa berjalan lancar…alhamdulillah di hari kelima bayi saya telah boleh dibawa pulang ke rumah, bagaikan mimpi menjadi seorang ibu, bahagia rasanya.
                            Foto Tahun 2013

Melahirkan itu penuh perjuangan tak semudah yang dibayangkan. Siapa bilang operasi caesar lebih mudah dari pada melahirkan normal??? menurut banyak informasi yang saya terima melahirkan dengan diberi obat perangsang lebih sakit berpuluh kali dari pada melahirkan normal. Kabar yang saya terima saat ini, di dunia kedokteran…untuk melahirkan tak boleh lagi menggunakan obat perangsang, karena sakitnya yang luar biasa.


Sayangi ibu, jangan sakiti hatinya, berbuat baiklah pada ibu kita, karena melahirkan, merawat dan membesarkan anak itu penuh perjuangan.

                                Foto Tahun 2023




Catatan hati fie, rabu 05 Agustus 2015.




Arena Sobat SGM Eksplor 03 Agustus 2015

Kunjungan Mobi Arena Sobat SGM Eksplor ke Rumah Baca AsmaNadia Cibatu Garut, senin 03 Agustus 2015 pukul 15.30 - 17.30 wib berjalan lancar. Kegiatan positif yang diadakan PT Sari Husada disambut antusias warga yang diundang bahkan banyak juga warga yang tak di undang datang ke lokasi. Mobi Arena Sobat SGM Eksplor merupakan hal yang unik untuk warga di daerah saya, Desa Sindangsuka Kecataman Cibatu Garut. Brosur undangan yang disebar sebanyak 120 undangan, yang terdata di pihak SGM 104 bunda yang hadir. Banyak juga warga yang hadir walaupun hanya diundang secara lisan, sebagian dari bunda yang diundang secara lisan tak registrasi karena malu, tak apa yang penting mereka sangat antusias sekali, diperkirakan bunda dan anak-anak yang hadir sekitar 250 orang, mereka ada setia sampai acara habis dan ada juga yang dipertengahan acara pulang, karena anaknya pada menangis…hihi mungkin karena ramai dan banyak orang ya, jadi anak dibawah usia 1 tahun banyak yang menangis.

Kunjungan Mobi Arena Sobat SGM Eksplor diisi dengan permainan edukatif yang banyak diserbu anak-anak dan secara bergantian mereka bermain di arena tersebut. Kegiatan Mobi Arena Sobat SGM Eksplor juga menghadirkan Edukasi Nutrisi oleh ahli gizi “Sri Deviana” dan gratis konsultasi gizi yang juga banyak dikunjungi ibu-ibu yang berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anaknya.

Hal yang paling seru dan membuat para bunda secara spontan bilang “yahhhhhh…” ketika diadakan undian door prize untuk para pengunjung dan pembeli produk SGM. Anak-anak juga tak kalah serunya memenuhi semua arena permainan dan berfoto gratis dengan memegang balon yang mereka dapatkan karena bunda mereka membeli susu SGM Eksplor. Halaman rumah saya yang tak begitu luas, alhamdukillah bisa bermanfaat untuk kegiatan positif yang diaadakan PT. Sari Husada, saya senang dan tentunya mendukung kegiatan ini yang memberikan dampak positif bagi para bunda di lingkungan daerah saya. Terima kasih Sari Husada, semoga selalu memberikan yang terbaik untuk nutrisi putra-putri Indonesia.

.

 


Waspada Coretan Depan Rumah Diintai Perampok


.

Boleh jadi orang akan kesal jika melihat coretan cat semprot di sekitar rumahnya, terutama di pintu pagar. Umumnya pemilik rumah akan menganggap coretan tersebut dilakukan anak-anak yang iseng.Tapi, waspadalah, ada coretan yang sebenarnya bukan sekadar pekerjaan iseng belaka. Misalnya, di sekitar rumah terdapat coretan PAB2 524-STRONG dan kerap ditambahkan tanda silang (cross) berwarna putih atau merah. Coretan tersebut sejatinya adalah sebuah kode (sandi) komplotan perampok.

Kode sandi tersebut sebenarnya berupa pesan kepada kelompok perampok yang akan melakukan aksinya.Kode sandinya begini:
Cross merah = ada penjaga.
Cross putih = tak ada penjaga.
PA = Posisi Aman
B2 = Posisi alamat rumah (misal, Buaran Blok 2)
524 = Waktu aman untuk melakukan aksi perampokan (5 berarti mulai pukul 17.00-19.00, sementara 24 berarti mulai pukul 02.00-04.00)
STRONG = lokasi aman untuk melakukan aksi sekaligus sebagai kode rumah yang sangat recommended untuk dijadikan target.

Modus ini kerap dilakukan di perumahan mewah. Di Jakarta, beberapa tempat yang kerap menjadi sasaran adalah wilayah Pondok Indah, Sunter, dan Kelapa Gading. Tapi tak menutup kemungkinan aksi ini juga dilakukan di kompleks perumahan yang sepi.

Coretan biasanya disemprotkan di sekitar rumah yang akan menjadi sasaran perampokan seperti di pintu pagar, tiang telepon, tiang listrik atau tempat sampah. Biasanya beberapa orang dari kelompok perampok akan melakukan pengintaian selama tiga hari sampai satu minggu.

Kemudian setelah mempelajari kondisi lingkungan sekitar, mereka akan meninggalkan jejak dengan memberikan kode sandi tersebut. Si pemberi kode biasanya tidak ikut dalam aksi perampokan. Tugas ini akan dilakukan anggota lainnya.

Karena itu ketika melihat kode semacam ini, sebaiknya kamu segera menghapusnya dan meningkatkan kewaspadaan. Awas! Perampok di sekitar kita.