Saya tulis kisah nyata ini, awal Agustus 2024
Kisah nyata yang saya alami saat kuliah bersama beberapa sahabat, yang kisahnya masih terukir dalam hati dan tak akan terlupa sampai akhir hayat. Tahun 1997 awal pertama saya masuk kuliah, masa-masa OSPEK bersama teman-teman masih terekam dalam bayangan. Saat OSPEK saya bersama sahabat lain, belum saling bertemu. Pertemuan kami dimulai saat kuliah awal di Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung.
Hai Dewiyani, Nita, Vida, Juliana, Etin...apa kabar kalian semua? jika kalian membacanya, pasti pikiran kalian akan kembali terkenang puluhan tahun lalu...Ingat banget, kami sering berkumpul dan ngobrol bareng...kuliah bareng dan jalan-jalan bareng ke Bandung Indah Plaza yang tak jauh dari Kampus UNPAS di daerah Taman Sari Bandung.
Di awal perkuliahan, satu sahabat Dewiyani, menghilang tanpa kabar....sebelumnya ia pernah cerita akan berhenti kuliah dari UNPAS dan akan melanjutkan ke luar kota. Efiy masih ingat, kamu memberikan sapu tangan putih buat Efiy....mungkin itu adalah tanda terakhir pertemuan kami. Entahlah sekarang kamu ada dimana? pertemuan singkat kami dengan Dewiyani hanya berlangsung beberapa bulan.
Tin, kamu pernah satu kos dan berbeda kamar dengan Efiy, bahkan dari Purwakarta kamu dan orang tua kamu pernah tinggal di daerah yang dekat dengan rumah orang tua Efiy yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Kisah kamupun membuat haru, kamu dari kalangan atas dengan orang tua yang mampu, mengalami kebangkrutan karena sesuatu hal, hingga kamu hidup sederhana. Kisah kamu yang haru, pernah lupa ingatan saat sebelum masuk kuliah, karena di guna-guna oleh orang yang tak menyukai keluarga kamu...adalah kisah yang selalu kamu ingat dan berharap kamu bisa lupakan dalam ingatan kamu.
Entahlah sekarang kamu dimana, di tahun 2010, kami sempat berinteraksi (via Facebook) yang mempertemukan kami dan berlanjut ke BBM (BlackBerry) waktu itu. Tapi menghilang tanpa jejak, saat BBM (BlackBerryy) menghilang.....rindu kamu Tin, semoga kamu sehat-sehat ya dimanapun berada dan suatu saat kita bisa dipertemuan kembali...aamiin.
Diantara kami sahabat-sahabat kuliah tak pernah ada kabar lagi....dulu, hp masih sangat jarang, sms hanya satu-satunya komunikasi saat itu...Hanya Nita, Vida dan Juliana....kami masih bersama, kuliah bareng, ngobrol, jalan bareng ke mall terdekat bahkan pernah menginap bersama di kos Nita dan rumah Vida di Bandung....Efiy memang jarang bersama kalian, saat itu Efiy sudah menjadi Penyiar Radio, kuliahpun dipercepat karena mengambil mata kuliah hingga 24 sks. Tapi kalian selalu ada di hati, bahkan selalu Efiy semangati kalian untuk rajin kuliah.
Hingga akhirnya di Tahun 2001 Efiy berhasil Sidang Skripsi dan Yudisium....semakin jarang bertemu, sangat jarang....Efiy tak melihat lagi Vida dan Juliana, karena saat itu mereka cuti....kabarpun tak ada bahkan saat Efiy tanya Nita, berapa Nomor HP kalian, Nitapun tak tahu.
Efiy satu kos dan berbeda kamar dengan Nita, kami sering bersama di malam hari, seusai Efiy pulang siaran dari Radio. Hingga akhirnya Ayah kamu meninggal Nit, beberapa bulan sejak kejadian itu, awal mula kamu tak melanjutan kuliah lagi. Saat pernikahan kamu, Efiy datang ke Karawang bareng Kang Rakhman, mungkin itu terakhir kali Efiy melihat kamu, hingga akhirnya puluhan tahun Efiy baru mengetahui keberadaan kamu yang sekarang tinggal di Aceh.
Hingga akhirnya, Efiy meninggalkan Bandung dan hijrah ke Jakarta, bekerja di salah satu Bank Swasta terkemuka di Jakarta. Kabar kalian tak pernah tahu lagi....Facebook belum ada, apalagi WhatsApp...nomor HPpun pada di ganti.
November 2023, ada pesan di Facebook, Juliana....yul, senang banget kamu bisa menemukan Facebook Efiy. Puluhan tahun Efiy suka cari-cari akun Facebook Nita, Vida dan Juliana, tapi gak pernah ketemu. Kamu wanita kuat yul, kamu wanita hebat...kisah kamu menginspirasi banyak wanita penderita Kanker Payudara, bahwa penyakit ini bisa di sembuhkan. Ah rindu masa-masa lalu, kamu yang Efiy lihat selalu malu-malu ternyata memiliki kekuatan dan pengalaman hidup yang berharga dan Allah sembuhkan sakit kamu. Alhamdulillah Allah Maha Baik.
Chat di Facebook berlanjut ke WhatsApp, bahkan kamu juga kasih tahu kabar Vida dan memberikan Nomor WA Vida. Berlanjut kami saling menghubungi, dari Facebook mempertemukan kami...Vid, senang bisa berkomunikasi lagi sama kamu. Terima kasih sudah mengundang Efiy dan putri semata wayang Efiy ke Karawang. Terima kasih untuk jemputan sopir kamu Vid dan kebaikan kamu menyewakan Hotel dan memberikan buah tangan untuk kami, hingga akhirnya kami bisa bertemu di awal Desember 2023. MasyaAllah seperti mimpi 23 tahun tak bertemu dan dipertemukan kembali bersama Vida dan Juliana.
Banyak kisah suka cita yang kami ceritakan saat di rumah Vida, saat makan bersama dan saat di Hotel, waktu sepertinya begitu singkat. Kalian tak berubah, masih sama seperti dulu....ah rasanya kami seperti kembali ke masa lalu saat kumpul bareng dan ngobrol bareng di kos-an. Efiy juga gak menyangka, Vida menjadi Pengusaha Sukses dan Istri Bupati Karawang, Allah Maha Baik....seperti mimpi, tapi itulah hidup, kita tak akan pernah tahu nasib kita akan bagaimana suatu saat nanti.
Semoga ada pertemuan kita selanjutnya dan silahturahmi ini tak akan pernah terputus, karena dengan siapapun bersahabat tak memandang apapun. Saat di Hotel mengobrol, seperti ada yang kurang, Nita tak ada....andai kamu ada dan bersama mengobrol, pasti kenangan masa kuliah akan terasa lengkap. Efiy lihat Juliana dan Vida hidup bahagia tanpa ada kekurangan apapun, keluarga yang sehat dan hidup dalam kebahagiaan.
Walau secara jujur, Efiy merasa kecil di hadapan kamu Vid, mungkin kalau diibaratkan Efiy hanya seekor semut yang berhadapan dengan Gajah yang besar. Kamu sudah meraih segalanya baik dalam ibadah Haji Umroh bahkan harta berlimpah. Kamu juga hebat Yul, Allah juga Maha Baik sama kamu, kamu sudah beribadah Haji Umroh dan Efiy yakin kamu juga bahagia dengan kehidupan kamu. Sebagai umat Allah yang meyakini Qada dan Qadar, Efiy juga selalu mensyukuri hidup yang Allah beri, alhamdulillah Allah telah banyak karuniakan nikmat pada diri ini.
Saat akan pulang ke Garut bersama Fira, perjalanan ke Stasiun ditemani Juliana, Aat yang baik, keponakan dan putri tercinta juliana. Efiy memohon sama kamu Yul, Efiy pengen banget cari kabar tentang Nita dan bisa diantar ke rumah Nita di sekitaran GOR yang ada di Karawang. Kamu baik Yul, dan akhirnya kita mencari alamat Nita....puluhan tahun Efiy tak beranjak ke tempat itu sekitaran GOR dekat rumah Nita, terakhir melihat kamu saat kamu menikah Nit...
Berulang kali kamu bilang Yul, benar rumah Nita disini...ya dan Efiy masih ingat banget. Kami berjalan di sebuah gang kecil dengan GOR....yah itu rumah Nita, Efiy ingat banget, tapi kenapa rumah itu kosong dan terlihat kotor. Seorang tetangga menghampiri,dan memberitahukan bahwa rumah itu sudah 4 tahun kosong. Sang tetanggapun memberi tahu, mungkin mas sebelah tahu nomor telepon Nita.
Kisah Nita diketahui dari tetangga Nita sebelah rumahnya, bahwa Ibunya Nita sudah meninggal dan sejak 2019 Nita pindah ke Aceh bersama suaminya, Nita mengalami gagal ginjal stadium 4 dan mengharusnya cuci darah seumur hidupnya. Adik Nita yang perempuan tinggal di Rengas Dengklok bersama adiknya yang tak berdaya sejak kecil hingga kini berusia 30 tahun (tapi tak bisa apa-apa hingga kini). Kisah Nita begitu pilu, suaminya tak bekerja lagi dan akhirnya pindah ke Aceh, ke tempat kelahiran suaminya, Saya hanya terduduk haru mendengar kisah Nita. Mas tetangga sebelah rumah Nita, memberitahukan nomor suami Nita, di telepon tapi tak pernah diangkat, hingga akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Stasiun.
Terima kasih Yul, kamu begitu baik sama Efiy mau mengantarkan ke Stasiun dan mencari kabar tentang Nita, terima kasih juga semua buah tangannya, Semoga silahturahmi tak akan pernah terputus dan Efiy selalu merindukan kisah-kisah manis selanjutnya. Diperjalanan menuju Garut, Efiy mencoba menelpon Nita, diangkat oleh Nita,...alhamdulillah, Nita kaget dan bahagia, tapi karena kondisi kereta yang agak berisik, telpon hanya berlangsung 5 menit dan dilanjutkan kembali malam hari saat Efiy dan Fira sudah berada di rumah. Malam hari, Efiy telepon Nita....seribu kisah Nita utarakan....sedih, haru...hidup kamu Nit....kuat ya Nit...
Hp pun hanya satu, itu sering dibawa suami kau, kuotapun tak pernah punya, tapi kamu selalu ceria, kamu bilang harus cuci darah seumur hidup, seminggu 2 kali karena gagal ginjal, dianggap saja sekolah...ya sekolah seminggu 2 kali. Setiap cuci dara selama 5 jam, kamu hanya berbaring sambil mengobrol sama penderita gagal ginjal lainnya yang juga cuci darah. Selama 1 jam mengobrol di awal Desember 2023 itu, serasa singkat dengan banyak kisah yang membuat Efiy menahan tangis.
Efiy sering menghubungi kamu Nit, tapi tak pernah diangkat...pasti HP kamu dibawa suami kamu yang bekerja. Hingga akhirnya di awal Agustus 2024, Efiy menelpon kamu kembali dan bisa berkomunikasi lagi sama kamu....alhamdulillah kamus sehat-sehat disana....setiap Efiy buat status di WA tentang kamu, Efiy yakin kamu tak pernah tahu, karena tak pernah punya kuota, kamu cuci darahpun dan berobat sakit gagal ginjal kamu karena bantuan BPJS dari Pemerintah dan Gratis. Bahkan kamupun tak pernah tahu keadaan sekarang di era yang serba maju ini, karena di rumah kamu tak ada TV. Kamu hanya tinggal berdua bersama suami kamu tanpa keturunan....Kisah kamu membuat Efiy haru Nit, keseharian kamu yang memberi makan kambing, kamu lakukan setiap hari. Lokasi rumah kamu yang kanan kiri dan belakang adalah kebun, tak ada tetangga satupun...jauh sangat berjauhan, sedangkan di depan kamu adalah laut yang terbentang luas.
Nit, membayangkan kisah kamu, mungkin Efiy tak akan sanggup menjalaninya, tulisan kisah nyata ini, kamupun tak akan pernah baca. Allah memilih kamu untuk menjalaninya karena kamu kuat. Di sela istirahat Efiy sama Pak Rakhman, Efiy menangis...gak menyangka hidup kamu seperti ini...tapi kamu tetap kuat dan ceria. Jangan pernah lupa akan Allah, selalu semangat dan Efiy akan mendoakan kamu dari sini.....
Terima kasih sahabat-sahabat tercinta, untuk semua kisahmu.....Persahabatan tak memandang Jabatan....Persahabatan adalah apa adanya karena Allah....
Love
Catatan Inspirasi Efiy